Langsung ke konten utama

TUGAS [4] kelas 8 -BDR/PTM

 CATAT MATERI BERIKUT

Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras



Jenis bahan limbah keras yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni limbah keras organikd (alami) dan anorganik (buatan).

Limbah Keras Organik

Limbah keras organik adalah limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, dan berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 10). Contoh jenis bahan limbah keras organik meliputi:

  1. cangkang kerang laut,
  2. sisik ikan keras,
  3. tulang ikan,
  4. tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing),
  5. tempurung kelapa, dan
  6. potongan kayu.

Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, namun memerlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.

Contoh Kerajinan Limbah Keras Organik

Contoh kerajinan limbah keras organik meliputi:

  1. Pajangan dari susunan cangkang kerang
  2. Tempat tisu yang dihiasi kerang
  3. Gantungan kunci dari kulit kerang
  4. Kap lampu dari kerang
  5. Anting-anting sisik ikan
  6. Kalung dari sisik ikan
  7. Sendal dengan hiasan berbentuk bunga dari sisik ikan
  8. Miniatur kuda laut dari tulang ikan
  9. Gelang dari tulang ikan
  10. Wadah sambal dari tempurung kelapa
  11. Ikat pinggang tempurung kelapa
  12. Sandal selop tempurung kelapa
  13. Gantungan kunci tempurung kelapa

Detail cara pengolahan dan pembuatan dari masing-masing jenis bahan limbah keras organik akan dipaparkan pada bagian selanjutnya dalam artikel ini (cek daftar isi di atas).

Limbah Keras Anorganik

Limbah keras anorganik adalah limbah yang berasal dari sisa industri buatan manusia dan terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 12). Contoh jenis bahan limbah keras anorganik meliputi:

  1. pelat-pelat dari logam,
  2. pecah-pecahan keramik,
  3. pecahan kaca,
  4. wadah/botol plastik, dan

Tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi. Limbah keras anorganik adalah jenis limbah keras yang lebih banyak menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Contoh Kerajinan Limbah Keras Anorganik

Contoh kerajinan limbah keras anorganik meliputi:

  1. Kap lampu dari mainan plastik bekas
  2. Tas dari limbah plastik
  3. Wadah asesoris dari botol plastik
  4. Vas bunga berhias mozaik pecahan keramik
  5. Hiasan berbentuk binatang dari mozaik pecahan keramik
  6. Tempat pensil dari pecahan keramik
  7. Vas bunga dari kaca yang didaur ulang
  8. Aksesori dari bekas botol kaca

Detail cara pengolahan dan pembuatan dari masing-masing jenis bahan limbah keras anorganik akan dipaparkan pada bagian selanjutnya dalam artikel ini (cek daftar isi di atas).

Pengolahan Bahan Limbah Keras

Proses pengolahan masing-masing bahan limbah keras secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Proses pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah keras meliputi 6 tahapan. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 13) 6 tahapan proses pengolahan sederhana bahan limbah keras adalah sebagai berikut.

  1. Pemilahan bahan limbah
    Seleksi bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses produksi untuk memastikan hanya bahan yang sesuai untuk kerajinan yang disisihkan.
  2. Pembersihan limbah
    Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih dan berpotensi mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih.
  3. Pengeringan
    Pencucian biasanya melibatkan air, atau terkadang limbah juga bisa sudah basah dari sumbernya. Sehingga pengeringan dibutuhkan karena masih berkaitan dengan kebersihan dan keamanan kerja (sesuatu yang basah tidak awet, berpotensi memicu pertumbuhan bakteri, dsb). Pengeringan dapat dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan dibersihkan menggunakan lap kering.
  4. Pewarnaan
    Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau menggunakan kuas. Jenis cat yang digunakan harus sesuai dan dapat melekat dengan baik pada bahan limbah keras.
  5. Pengeringan setelah pewarnaan
    Setelah diberi warna, bahan limbah harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan.
  6. Penghalusan bahan agar siap pakai
    Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing agar lebih mudah diproses menjadi karya. Tahap finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan diamplas.

TUGAS ANDA 

  1. Buat satu Kerajinan dari Bahan Botol Plastik  Minuman Bekas 
  2. Untuk yang jadwal PTM, bawa bahannya dari rumah dan kerjakan di sekolah serta karya seni dikumpulkan pas pelajaran prakarya di meja pa Yogi
  3. Untuk yang jadwal BDR, kirimkan fotonya saja bersama siswa yang membuatnya memakai baju seragam ke

KIRIM TUGAS


Komentar

deteksi pengunjung